Berita

    Simak Cara Over Kredit Mobil yang Benar

    Over kredit mobil sendiri merupakan pengalihan pembayaran cicilan dari pemilik mobil ke pihak lain saat mobil masih dalam status belum lunas.  Over kredit biasanya dilakukan saat pemilik mobil tersebut memiliki masalah finansial sehingga tidak mampu melanjutkan pembayaran cicilan hingga pelunasan.

    Over kredit dianggap merupakan sistem yang saling menguntungkan antara dua pihak. 

    Hal ini lantaran pihak pertama atau pemilik mobil yang asli bisa memberikan beban pembayaran cicilan selanjutnya pada pihak yang lain dan menerima kompensasi atas Down Payment (DP). 

    Pihak kedua pun diuntungkan lantaran bisa mendapatkan mobil yang masih terbilang baru dengan biaya yang lebih murah.

    Meskipun demikian, sistem ini dianggap bisa merugikan jika tidak dilakukan sesuai cara dan perhitungan yang benar. 

    Maka dari itu, berikut ini adalah panduan lengkap mengenai cara over kredit mobil dan simulasi perhitungannya yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

    • Memahami aturan over kredit

    Hal pertama yang harus dilakukan untuk memutuskan mengambil alih atau over kredit mobil adalah memahami aturannya sesuai Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia.

    Memahami aturan over kredit bertujuan agar Anda bisa terbebas dari kerugian-kerugian yang bisa saja Anda terima dari proses tersebut serta dapat melindungi hak-hak Anda.

    Anda bahkan dianjurkan untuk membuat perjanjian kontrak dengan pemilik mobil sebelumnya untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    • Memeriksa riwayat kredit sebelumnya

    Jika Anda telah memahami aturan over kredit, maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memeriksa riwayat kredit sebelumnya.

    Pastikan bahwa pemilik sebelumnya selalu membayar kredit tepat waktu dan tanpa adanya masalah. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari masalah di kemudian hari.

    Anda juga harus memeriksa seluruh dokumen kredit mobil dan dokumen-dokumen lainnya sebagai bukti bahwa riwayat kredit sebelumnya tidak terjadi masalah. 

    • Memeriksa kondisi mobil

    Banyak orang berpikir bahwa mobil yang masih dalam keadaan belum lunas dipastikan masih dalam kondisi bagus karena masih dalam usia pemakaian yang masih muda.

    Padahal tidak ada salahnya untuk memastikan bahwa mobil dalam keadaan baik. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa kondisi mobil dari bagian interior, eksterior, hingga mesin untuk menghindarkan dari kerugian jika mobil akan dijual kembali

    • Melibatkan pihak leasing atau bank